INTIMES.co.id – Tarkam alias antar kampung merupakan kasta terendah dalam piramida kompetisi sepakbola, entah darimana asal usul istilah tarkam, namun sepakbola yang identik dengan amatirisme tersebut telah dikenal sejak lama di Indonesia.

Begitu juga di Aceh, tarkam kerap digelar di sejumlah daerah, mulai dari stadion-stadion megah hingga lapangan kampung di pinggir sawah. Begitupun juga dengan sponsornya, baik yang didanai oleh pemuda kampung, calon Anggota DPR, hingga Pemerintah Daerah.

Walau jauh dari hingar bingar profesionalisme, namun kompetisi akar rumput ini terus menjadi magnet terbesar dan menjanjikan bagi pesepakbola di Tanoh Rincong. Mulai dari popularitas hingga menggantungkan kehidupan.

Berbicara mengenal pendapatan, pemain tarkam di Aceh memiliki nominal pendapatan yang membuat kita terpana, bayangkan saja gajinya kini setara dengan seorang Aparatur Sipil Negara (PNS) golongan III.

Sesuai data survey penulis, gaji pemain tarkam di Aceh mencapai ratusan ribu hingga jutaaan per pertandingan, sesuai dengan label atau juga jarak tempuh perjalanan si pemain tersebut, itu belum termasuk saweran dari penonton dan bonus dari pihak klub jika tim tersebut juara.

Semakin tinggi label seorang pemain semakin tinggi pula harganya, jika pemain dengan level Liga 3 bisa dihargai Rp 500 ribu hingga Rp.1 juta sedangkan untuk kelas pemain Liga 2 itu mencapai Rp.1 juta hingga Rp 2 juta per pertandingan, itu pun dilihat dari popularitas pemain juga.

Bayangkan saja, jika seorang pemain dengan harga Rp 800 ribu bisa bermain 10 pertandingan dalam satu bulan, maka pemain tersebut bisa mendapat gaji bersih Rp 8 juta, itu belum termasuk bonus dari pihak klub.

Tarkam memang bukan soal karir layaknya Liga, tapi tarkam mengejar popularitas demi asap dapur yang harus terus mengepul, yuk main Tarkam ke Aceh !!

Penulis : Bung AY

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news intimes.co.id