INTIMES.co.id – Dalam semesta sepakbola, beberapa pemain memilih mencintai klub pertama mereka dengan sepenuh hati. Alasan utama tentunya mencintai orang-orang yang telah mengenalkan dunia sikulit bundar kepada mereka, dan itu akan terpatri hingga mereka tak bermain bola lagi. Bahkan sang GOAT Lionel Messi pun bermimpi suatu saat bisa kembali ke klub masa kecilnya di kota Rosario, Newell’s Old Boys.

Mungkin begitulah apa yang dilakukan oleh sejumlah pesepakbola asal Nanggroe Breuh Sigupai yang pernah menimba ilmu di Sekolah Sepakbola (SSB) Aneuk Abdya Footbal Club (AAFC) Blangpidie.

Sesukses apapun sekarang, mereka tak pernah sedikitpun melupakan orang-orang yang pernah menebarkan ilmu sepakbola kepada mereka. Salah satunya sang Pelatih Almarhum Suardi Raja.

Takzim kepada sang guru yang telah meninggalkan mereka enam tahun yang lalu tak hanya sekedar mengenang jasa namun juga berbuat hal positif lainnya. Teranyar mereka rela menyisihkan sedikit rejeki kepada keluarga mendiang Suardi Raja yang terkena musibah kebakaran beberapa hari yang lalu.

Penggalangan dana pun dimulai, angkatan pertama dan alumni AAFC lainya mengambil inisiatif, sebut saja Muntasir Acil, Nasri Teves, Joko, Dadang, Irhamullah, Ronaldy dan lainnya.

Rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang di wariskan Alm Suardi Raja memudahkan inisiator mengumpulkan mereka walau lewat jalur udara. Tak sampai beberapa hari dana pun terkumpul dari teman alumni lain yang tersebar di seluruh penjuru negeri, dan diserahkan langsung kepada keluarga.

Mengisahkan AAFC memang tak kan pernah habisnya, walau tak sehebat SSB Tulehu Putra atau semewah ASIOP, namun setengah pesepakbola Aceh Barat Daya menimba ilmu disini.

AAFC didirikan oleh Suardi Raja pada tahun 2006, terbentuknya pun bermula ketika Bang Wadi sapaan akrab pemain kepadanya melihat fenomena para remaja yang sering keluyuran malam alias meugitar-gitar.

Sejumlah remaja yang sebagian tak memiliki bakat alam pun di didik di lapangan Persada pagi dan sore. Mereka di latih dengan gratis dan alat seadanya. Namun berkat kerja keras setiap saat, angkatan pertama yang tak memiliki bakat itupun disulap menjadi pemain hebat.

Kita tentu masih ingat bagaimana Hendra Yani pencetak gok tercepat Arafura Games Australia, Dadang Setiawan yang menembus skuad PON Aceh, Muntasir Acil yang sukses bersama tim Popwil Aceh, Irhamullah yang membela PSB Bogor musim 2011, Khunaifi yang pernah berseragam Persiraja Banda Aceh dan terakhir ” Si Anak SMP” Vivi Asrizal yang malang melintang hingga ke PSM Makasar, semua mereka lahir dari rahim AAFC dan tentunya tangan dingin Suardi Raja.

Di Lapangan Persada yang dikelilingi perkampungan warga, serta tak ketinggalan sapi berikut kotorannya bertebaran di sudut-sudut lapangan, tumbuh subur hasrat dari anak-anak Aceh Barat Daya untuk menjadi pemain sepak bola, dengan secercah harapan yang tak pernah padam ditanamkan Suardi Raja hingga ia tiada.