INTIMES.co.id | Komunitas klub sepak bola amatir dan eksekutif di Aceh semakin berkembang pesat selama ini. Beberapa klub bahkan diperkuat mantan pesepak bola profesional, hingga pemain yang masih aktif.

Meski memiliki misi dan gaya pengelolaan yang berbeda-beda, kesamaan yang pasti ditemukan adalah dari sisi anggotanya. Di tengah fenomena tersebut, muncul sebuah klub yang diberi nama Hana Club Fc.

Komunitas klub sepakbola yang satu ini memang tergolong unik dan beda dari beberapa komunitas lainnya, terutama pada namanya. Hana Club diambil dari bahasa Aceh, Hana artinya tidak sedangkan Club bermakna klub atau tim sepakbola. Jika digabungkan artinya tidak ada klub.

Jadi kesimpulannya, Hana Club Fc merupakan gabungan beberapa pemain yang tidak memiliki komunitas sepakbola, mereka berinisiatif membentuk satu komunitas sebagai wadah mereka menyalurkan hobi.

Untuk mempererat semangat kebersamaan antar anggota, mereka juga sering melakukan football trip keluar kota bahkan hingga luar negeri.

Teranyar, mereka baru saja pulang dari lawatan ke negeri tetangga Malasyia, footbal trip untuk kesekian kalinya itu menyisakan kenangan indah bagi para pemain Hana Club Fc. Pasalnya mereka menjajal dua komunitas sepakbola di dua kawasan, yaitu Penang dan Kuala Lumpur.

Perjalanan Hana Club Fc kali ini dimulai dari Pulau Penang, disana mereka tak hanya menjajal komunitas klub sepakbola namun melihat gairah serta kemajuan sepak bola Pulau Penang dalam beberapa tahun terakhir.

Saed Muhammad Iqbal Koordinator rombongan Hana Club Fc yang juga CEO Hadrah Group menceritakan bagaimana kemajuan sepakbola di Penang terutama di bidang infrastruktur, terlihat dari beberapa lapangan untuk latihan rutin pun memiliki fasilitas rumput yang sama bagusnya dengan stadion tempat pertandingan digelar.

Tak hanya sampai disitu saja, peran pemerintah daerah juga cukup penting dalam mendorong klub untuk lebih profesional dengan berorentasi pada sepak bola industri. Klub murni hidup dengan sponsor meski infrastruktur masih dimiliki pemerintah.

Selama disana, tim Hana Club Fc mendapat sambutan hangat dari warga setempat, ternyata nama Aceh masih harum di Georgetown, Penang, Konon kabarnya, dahulu saudagar asal bumi Serambi Makkah bernama Tengku Syed Hussein tercatat sebagai penggagas perkampungan muslim di kota pelabuhan itu pada 1808. Jejak sejarahnya masih utuh sampai sekarang.

Dari Hana Club Fc kita bisa belajar, komunitas sepakbola itu tak hanya merawat silaturahmi antar sesama anggota, tapi juga antar bangsa.