INTIMES.co.id | Bulan suci Ramadan merupakan periode terbaik bagi umat muslim di seluruh dunia untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Sang Pencipta, tak terkecuali para pesepak bola. Berpuasa menjadi ritual spesial sekaligus tantangan bagi mereka.

Apalagi bagi pesepakbola yang masih harus berkompetisi di tengah padatnya jadwal pertandingan, seperti halnya pemain muslim yang berlaga di liga top Eropa, untungnya di Indonesia sendiri pertandingan masih menyesuaikan dengan waktu berbuka.

Namun bagi daerah di Indonesia yang belum memasuki masa kompetisi, setiap pesepakbola aktif juga punya cerita tersendiri akan datangnya ramadan terutama dalam menjaga agar tubuh tetap bugar sekaligus menunggu waktu jelang berbuka.

Seperti di Aceh, walau kompetisi Liga, tarkam dan gelaran event lainnya belum bergulir, namun para pesepakbola di Provinsi paling ujung barat pulau Sumatera tersebut tak berleha-leha di kala ramadan tiba.

Tak hanya pemain profesional, pesepakbola amatir hingga mantan pemain aktif yang sudah kudu terlanjur mencintai dunia si kulit bundar pun ikut serta. Maka tak jarang pemandangan di sejumlah sudut lapangan bola di Kota Banda Aceh dipenuhi para pesepakbola kala sore hari jelang berbuka.

Salah satunya komunitas klub sepakbola Pojok 42 yang rutin menggelar latihan bagi pesepakbola Banda Aceh setiap datangnya ramadan. Disini semua pemain berkumpul, dari pemain muda hingga legenda.

Sebut saja Uut Maretha Holding Milfider Persiraja, Reza Pahlevi, Nanda Lubis, Dian Ardiansyah, dan sejumlah pemain muda lainnya. Tak hanya mereka, pesepakbola yang pernah miliki nama besar di blantika sepakbola Aceh di era 90an juga ikut bersama, semisal Zulkarnain Jamil Exs Timnas Garuda 2, Dahlan Jalil Mantan Kapten Persiraja, Husaini eks Semen Padang dan juga sejumlah mantan pemain lainnnya.

Di sudut Lapangan Blangpadang Kota Banda Aceh mereka kerap memainkan El Rondo yang lebih dikenal dengan kucing-kucingan yaitu program latihan dengan sekelompok pemain berkumpul dalam lingkaran dan satu atau dua pemain yang berada di tengah lingkaran berusaha merebut bola.

Mungkin bagi kita berburu takjil jelang berbuka lebih asik, tapi bagi mereka yang mencintai sepakbola, “Ngabuburit Bola” mungkin lebih indah dari segalanya.