INTIMES.co.id – Kehadiran media internet tidak dapat dipungkiri memberikan kemudahan dalam segi produksi, distribusi dan akses informasi sehingga dapat menggeserkan bahkan memusnahkan media yang sifatnya konvensional dan sekarang semuanya bersifat digitalisasi. Era digital tidak hanya tentang siap tidak siapnya seseorang dalam mengadopsi perkembangan teknologi, bukan juga sebuah opsi namun sudah menjadi konsekuensi bagi setiap individu untuk mampu beradaptasi dengan kemajuan yang ada (Setiawan, 2017).

Perkembangan dan perubahan kehadiran teknologi yang bersifat digitalisasi juga dirasakan dalam dunia pendidikan (Hasrul, et.,al, 2019). Tantangan pendidikan saat ini tentunya menjadi lebih kompleks seiring dengan meningkatnya peran dan perkembangan teknologi digital. Informasi dan teknologi dapat mempengaruhi aktivitas dan proses belajar mengajar secara massif, sebelum era digital awalnya mahasiswa mencari sumber referensi dan informasi melalui buku cetak yang terdapat di perpustakaan. Namun, saat ini sumber informasi tersedia dalam buku elektronik (e-book) yang dapat diakses melalui genggaman kapan saja dan dimana saja

E-book menjadi kebutuhan bagi mahasiswa karena dapat membantu mencari informasi secara cepat dan mudah, penelitian yang disusun oleh Chen, et., al (2012) menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya menggunakan e-book untuk membaca di kelas dan perpustakaan, tetapi juga di tempat umum dan di rumah. 55% sampel mengaku menghabiskan berjam-jam untuk belajar setiap minggu dengan menggunakan alat elektronik, khususnya membaca artikel. 28% dari responden membawa perangkat elektroniknya ke kelas, bukan buku pelajaran tradisional atau buku cetak; dan 17% dari mereka memiliki setidaknya dua buah peralatan elektronik. Meskipun sebagian besar siswa mengandalkan buku cetak kertas tradisional, e-book menawarkan jauh alternatif yang lebih murah daripada buku cetak.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa pembaca e-book memiliki kemampuan yang kurang dalam mengingat kembali plot cerita dan peristiwa-peristiwa yang dikisahkan di buku dibandingkan dengan mereka yang membaca buku secara konvensional. Sebuah studi dari Harvard University menemukan bahwa membaca e-book sebelum tidur dapat mengurangi produksi melatonin, sebuah hormon yang menyebabkan manusia tertidur. Akibatnya, orang yang membaca e-book cenderung tertahan lebih lama untuk membaca, sehingga memiliki waktu tidur yang sedikit. Akibatnya mereka menjadi lebih lelah saat pagi hari (Wahyuni, 2015).

Mengapa Orang Lebih Senang Menggunakan E-Book?

Penelitian yang dilakukan oleh Spring (2012) membaca dengan menggunakan e-book jauh lebih mudah diingat dibandingkan membaca buku dalam bentuk cetak, karena di dalam e-book terdapat tampilan yang lebih bervariasi dan menarik, bisa dibaca kapan dan dimana saja, juga sebagai salah satu bentuk dukungan untuk membangun literasi digital di era digital saat ini.

Penelitian Giant (2004) menemukan bahwa e-book dapat meningkatkan bahan bacaan pada mahasiswa dan juga mampu meningkatkan keterampilan dalam membaca. Ketika menggunakan e-book tidak ada batasan dari segi usia, pendidikan, gender dan status sosial. Setiap orang diberikan kesempatan yang sama dalam membaca, dibandingkan dengan buku dalam bentuk cetak untuk mendapatkannya misalnya di perpustakaan diwajibkan memiliki kartu tanda mahasiswa, mengikuti prosedur, dan dalam segi harga juga lebih mahal sehingga tidak semua dapat mengakses dan mendapatkan kesempatan dalam membaca .

Selanjutnya empat manfaat dan peluang yang diberikan e-book yaitu membantu mahasiswa dalam meningkatkan kebiasaan membaca, membantu mahasiswa dalam meningkatkan bacaan, terdapat signifikan hubungan antara kebiasaan membaca dan pencapaian pemahaman membaca, setiap aspek dalam kebiasaan membaca juga memiliki signifikan korelasi dengan kebiasaan membaca.

Redaksi
Editor
Farina Islami
Reporter