INTIMES.co.id | BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) meminta pemerintah bersama pihak terkait memastikan tidak ada makanan kadaluarsa yang beredar di Aceh selama Ramadan 1444 Hijriah.

“Perlu sekali pemerintah bersama pihak terkait mengawasi peredaran makanan ini jelang Ramadan di Aceh,” kata anggota DPRA, Tgk H Irawan Abdullah, Kamis (16/3).

Lihat juga: Uji Kompetensi, Dosen Al-Washliyah Banda Aceh Diharap Perbanyak Publikasi Ilmiah

Irawan Abdullah juga meminta pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memeriksa ketersediaan makanan di pusat perbenjaan kebutuhan makanan di Aceh.

“BPOM perlu memeriksa ketersediaan makanan-makanan yang di supermarket di tempat-tempat lainnya. Supaya makanannya bukan merupakan makanan yang kadaluarsa,” katanya.

Menurutnya, operasi makanan selama puasa ini penting dilakukan agar masyarakat Aceh yang berpuasa memperoleh makanan-makanan yang sehat.

“Ini menjadi penting dalam rangka menjaga kesehatan masyarakat saat bulan ramadan yang lebih kurang satu minggu lagi,” ujarnya.

Lihat juga: Ketua KPK Beri Kuliah Umum di UIN Ar-Raniry, Bahas Peradaban Antikorupsi

Di sisi lain, Wakil Ketua Fraksi PKS DPRA ini juga mendesak pemerintah untuk memastikan harga sembao dan kebutuhan masyarakat jelang Ramadan 1444 hijriah tetap stabil.

Hal ini kata dia, penting untuk masyarakat mendapatkan berbagai kebutuhan dalam rangka menyambut bulan puasa tahun ini.

Ia menjelaskan, bahwa saat bulan Ramadan kebutuhan masyarakat tentu meningkat. Sehingga, hal ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah agar stok tersedia dan harga juga stabil.

“Khususnya masyarakat muslim yang menjalani ibadah puasa. Supaya masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan selama puasa dengan mudah,” pungkasnya.[]

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news intimes.co.id