INTIMES.co.id | BLANGPIDIE – Konflik negara Ukraina dan Rusia serta kolapsnya bank Silicon Valley Bank (SVB) akibat kebijakan ketat bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) ternyata berimbas pada harga emas yang terus melambung.

Seperti di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), pemilik toko emas di pusat kota Blangpidie menjual dagangannya dengan harga bervariasi. Untuk kadar emas 97 persen dijual dengan harga Rp 3.030.000, sedangkan untuk emas 99 dijual dengan harga Rp 3.130.000 rupiah per-mayamnya.

“Harga emas masih masing tinggi. Kita jual yang kadar 97 Rp 3.030.000 rupiah sedangkan untuk emas kadar 99 persen harganya Rp 3.130.000 rupiah per-mayamnya,” kata Hermanto, pemilik Toko Bintang Emas, di Jalan Persada pusat kota Blangpidie, Senin, (1/5/2022).

Dia mengatakan, kenaikan logam mulia ini sudah terjadi sejak sebelum masuk bulan suci Ramadan tahun 2023 ini. Kenaikan harga disinyalir akibat perang Rusia dan Ukraina, serta pasca kolapsnya salah satu bank terbesar di Amerika Serikat (AS).

“Perang Rusia dan Ukraina, serta ambruknya salah satu bank di Amerika juga menjadi penyebab harga emas terus melambung. Harga di angka sekarang sudah terjadi sejak sebelum bulan ramadan,” sebutnya.

Sementara pasca lebaran, banyak warga menjual perhiasannya, sehingga angka warga menjual emas mereka lebih banyak dari pada membeli.

“Usai lebaran banyak yang menjual,” katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news  intimes.co.id

Redaksi
Editor
Afzhalul Razi
Reporter