Intimes | Jakarta – Zainudin Amali kembali menjelaskan kesiapannya mundur dari Menteri Pemuda dan Olahraga setelah terpilih sebagai Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Amali menyebut dirinya harus melapor ke Jokowi sebagai pembantu presiden karena dirinya tak bisa memutuskan sendiri sekalipun ada keinginan.

“Kalau toh itu menjadi keinginan, tapi etikanya sebagai pembantu presiden harus lapor dulu kepada presiden. Kami KLB, kemudian kebijakan beliau seperti apa,” kata politikus Golkar ini di Istana Negara, Jakarta, Senin, 2 Februari 2023.

Amali hadir di Istana karena Jokowi pagi ini akan bertemu pengurus PSSI, di antaranya Ketua Umum yang juga Menteri BUMN Erick Thohir dan Para Exco. Jokowi akan memberikan arahan kepada pengurus baru ini.

Adapun sebelumnya, setelah mendaftarkan diri sebagai calon wakil ketua umum PSSI, Amali menegaskan bahwa dirinya telah mempertimbangkan dengan matang saat maju bursa pemilihan. Dia pun meminta izin ke Jokowi ketika maju.

Jika nanti terpilih, Amali bakal melapor lagi ke Jokowi. Dia bahkan mengaku siap mundur dari jabatannya sebagai menteri bila hal itu harus dilakukan demi bisa menjadi bagian dari pengurus PSSI. Amali menyadari, jika dia terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI, akan muncul conflict of interest dan itu akan menjadi pertimbangan langkah dia berikutnya.

“Memang tak ada kewajiban untuk harus mundur. Tapi secara etika saya menteri yang urus banyak cabor (cabang olahraga). Sekarang harus urus satu. Meski saya yakin bisa, tapi itu tak etis,” kata Menpora saat dihubungi Tempo pada Jumat, 10 Februari 2023.

Sementara, Jokowi tidak mempersoalkan Erick serta Amali rangkap jabatan sebagai menteri dan juga pengurus PSSI. Sebab, Jokowi sudah mengizinkan menteri lainnya rangkap jabatan.

“Yang paling penting, semuanya bisa mengatur waktunya,” kata Jokowi saat menghadiri Harlah 50 Tahun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di ICE BSD, Banten, Jumat, 17 Februari 2023.

Sumber : tempo.co