INTIMES.co.id  | JAKARTA  –  Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi soal rencana mundurnya Mahfud Md dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Sandiaga mengatakan keputusan mundur dari jabatan merupakan hal yang dulu dilakukannya saat maju pilpres.

“Kalau saya sebagai paslon, maka yang akan saya lakukan dari pertama adalah mengundurkan diri, meminta izin Bapak Presiden untuk fokus kepada pencalonan,” kata Sandiaga Uno usai meninjau pelatihan budidaya jamur di GOR Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (28/1/2024).

Sandiaga menilai keputusan itu perlu diambil oleh seorang pejabat publik untuk menghindari penyalahgunaan fasilitas negara dalam kepentingan pilpres. Di sisi lain, paslon perlu fokus sepenuhnnya pada pemenangan.

“Karena kita tentunya selain daripada menghindari benturan kepentingan dan juga potensi penyalahgunaan fasilitas negara dalam kegiatan berkampanye, tapi yang terpenting bahwa kita harus all out, kampanye setiap hari,” tambahnya.

Sandiaga kemudian mengungkit keputusannya saat mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Dia mengatakan langsung mengundurkan diri dari jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta saat hendak berkontestasi di pilpres.

“Saya sendiri waktu menjadi paslon di (Pilpres) 2019 langsung mundur dari Wagub DKI karena saya tidak ingin menghadapi potensi benturan kepentingan yang dan adanya penyalahgunaan fasilitas negara di dalam kegiatan kontestasi demokrasi,” ungkap Sandiaga.

“Kalau waktu saya dulu di (Pilpres) 2019, 12 sampai 17 titik per hari dan itu membutuhkan waktu, bukan cuti yang dibatasi hanya berdasarkan izin presiden atau satu hari dalam seminggu,” lanjut dia.

Dengan demikian, Sandiaga kembali menegaskan perlunya langkah mundur dari jabatan publik agar paslon dapat fokus bekerja mengabdi kepada rakyat dalam proses pemilu.

“Oleh karena itu, memang ini akan menjadi pilihan dari yang berkontestasi, tapi bagi saya kalau kita sudah mendapatkan amanah untuk mencalonkan, dipercaya sebagai pasangan calon (presiden dan wakil presiden), maka kita harus all out dalam memperjuangkan untuk memenangkan hati dan pikiran rakyat Indonesia,” tutupnya.

Sumber : Detik.com