Telah gugur tatkala mengabdi
Satria pemberani
Abadi dalam dekap ibu pertiwi
Usai gerilyanya menebas kesumat
Umpatan umpatan pengkhianat
Sumpah serapah culas
Tertembak senapan tua
Terseok pegas terali
Siksa keji kerja rodi

Satria pemberani
Malu berserah diri
Harga diri harga mati
Atas nama ibu pertiwi
Merelakan hati sendiri nyeri
Mendengar jerit anak istri
Kala derap kakinya melangkah pergi
Mengepal keyakinan ” aku berani mati”
Asal ibu pertiwi tak jatuh di tangan orang keji
Demi anak cucu yang harus diwarisi

Dan dalam hening puisi ini
Madah dari kami
Putra putri pewaris, penjaga, pelestari
Amanahmu pemberani sejati!

Karya :  Aulia Mahdini

  • Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi!

Jika anda mempunyai tulisan berupa  Opini, Esai, Puisi, dan Cerpen silahkan kirim tulisan anda Kirimkan tulisan: https://intimes.co.id/kirim-tulisan/ atau melalui Email : redaksi@intimes.co.id. Setiap tulisan tentu akan melalui proses kurasi yang ketat, dan redaksi berhak menyunting dan melakukan penyesuaian lain seperlunya tanpa mengubah esensi isi dan pesan yang hendak disampaikan