INTIMES.co.id | BLANGPIDIE – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mawardini Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menyelenggarakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) tingkat satuan pendidikan pada program paket C setara SMA sederajat.

“UPK tingkat satuan pendidikan pada program paket C setara SMA sederajat ini diikuti oleh sebanyak 124 peserta yang berasal dari Abdya dan kebupaten tetangga,” kata pengelola PKBM Mawardini Abdya, Lilis Suriani, Kamis (16/3).

Lihat juga: 2 Truk Tangki Diduga Bawa BBM Ilegal Ditangkap Polisi di Nagan Raya

Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) tingkat satuan pendidikan pada program paket C setara SMA sederajat ini dilaksanakan di SDN 11 Abdya yang beralamat di Desa Lueng Tarok Kecamatan Blangpidie dan akan belangsung 4 hari, mulai dari tanggal 14 sampai 17 Maret.

“Alhamdulillah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdya, Gusvizarni hadir langsung dihari pertama UPK dan itu menjadi penambah semangat bagi saya selaku pengelola dan para tutor,” ucap Lilis Suriani.

Lilis Suriani menjelaskan, pasca berdiri di tahun 2008 lalu PKBM Mawardini Abdya terus meluluskan banyak pelajar berkualitas baik tingkat Paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Peket C setara SMA sederajat untuk kemudian melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Lihat juga: Pemerintah Diminta Awasi Peredaran Makanan Kadaluarsa Jelang Ramadan di Aceh

Dia berujar, PKBM Mawardini Abdya ini diakui secara nasional, terbukti dari sangat banyak alumni dari PKBM Mawardini Abdya ini sudah ada yang melanjutkan pendidikan ke Universitas di Timur Tegah dan universitas terkemuka lainnya baik dalam maupun luar negeri.

“Artinya, PKBM kita ini diakui secara Nasional karena sudah teragreditasi secara nasional dengan 8 Guru bidang studi yang mencakup 10 bidang studi,” sebutnya.

Sebagai PKBM satu-satunya di Abdya, lanjut Lilis, PKBM Mawardini akan terus meningkatkan kualitas utamanya bagi 8 para tutor yang dimiliki. Sementara untuk kurikulum dari PKBM ini mengacu pada kurikulum K13 dan akan memperbarui ke Kurikulum Merdeka.

“Tentu ini adalah kesempatan kedua bagi mereka yang dulunya tidak mampu menyelesaikan pendidikan karena satu dan dua hal. Maka, dengan ijazah yang mereka dapat seusai lulus nanti mereka bisa melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi, bahkan ada yang berniat ingin menjadi PNS, Dewan dan lain sebagainya,” ucapnya.

Lilis berkata, tidak ada batas usia untuk dapat ikut PKBM ini. Bahkan, banyak alumni yang sudah lulus tahun-tahun sebelumbya sudah berusia tua. Terlebih PKBM Mawardini Abdya menawarkan kegiatan belajar dengan banyak keringanan.

“Bahkan PKBM Mawardini Abdya juga memikirkan soal ekonomi, dimana proses tatap muka hanya berlangsung selama dua hari dalam satu minggu yakni Sabtu dan Minggu saja, sehingga hari lainnya bisa digunakan untuk mencari nafkah untuk keluarga,” sebutnya.

Dijelaskan, bagi mereka (peserta UPK) ujian hari ini adalah ujian terakhir atau ujian kelulusan. Mereka sudah mengikuti belajar mengajar selama tiga tahun terakhir dan nanti, ijazah yang mereka terima bisa dipergunakan dengan sebaiknya baik untuk melamar pekerjaan maupun melanjutkan pendidikan.

“Kemudahan yang mereka dapat salah satunya adalah ilmu baru, teman baru, ada relasi baru yang terbagun. Karena ijazah ini tentu banyak manfaatnya kedepan, contoh saja jika ada rekrutmen pekerjaan, kebanyakan yang diminta ijazah setara SMA, kita menyadari itu,” terangnya.

Terkahir, Lilis menyampaikan bahwa saat ini mereka sudah membuka penerimaan siswa-siswi program PKBM gelombang tahun ajaran 2023/2024. Paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Peket C setara SMA.

“Jika ada yang mau mendaftar bisa langsung ke PKBM Mawardini di Desa Lueng Tarok, Kecamatan Blangpdie,” katanya.[]