INTIMES.co.id BOYOLALI – Petugas Inseminasi Buatan yang mewakili Dinas Peternakan Aceh untuk mengikuti Lomba Inseminator Tingkat Nasional, kembali berhasil meraih Juara I Tingkat Nasional, sebagai Petugas Inseminator terbaik Kategori Wilayah Campuran, pada puncak Peringatan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke 187, yang dilaksanakan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali Jawa Tengah, Jumat (22/09/2023).

Petugas IB tersebut adalah Faisal. Pria bergelar Sarjana Peternakan itu sehari-hari bertugas di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bireuen. Faisal berhasil mengungguli peserta dari Provinsi Sumatera Utara (Juara Kedua) dan Provinsi Sulawesi Tengah (Juara Ketiga.)

“Alhamdulillah, saya tentu bahagia bisa membawa harum nama Aceh di tingkat nasional karena prestasi ini. Terima kasih kepada Pak Kadisnak Aceh, Kadisnak Bireuen dan tentu saja Pak Gubernur, atas saran, pendampingan dan dukungannya selama saya mengikuti kegiatan ini,” ujar Faisal.

Faisal merupakan putra asli Aceh kelahiran Cot Mane Bireun, pada 05 Maret 1972. Pria yang sudah melakoni profesi sebagai inseminator selama 21 tahun ini tak hanya mengantongi Sertifikat Inseminator (IB), tetapi telah mengantongi sertifikat Pemeriksaan Kebuntingan Ternak (PKb) dan sertifikat Asisten Teknis Reproduksi (ATR).

Tugas keseharian Faisal adalah memberi pelayanan kepada peternak, terutama untuk perkawinan ternak melalui Inseminasi Buatan dengan menggunakan straw atau bibit sapi unggul dari berbagai jenis, seperti sapi Aceh, Bali, Simental, Limosin, Angus dan lainnya.

Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Faisal mengakui, pada waktu tertentu dirinya bahkan memberikan pelayananan perkawinan IB pada ternak warga hingga malam hari. “Ya sesuai permintaan peternak. Jika memang mereka ada waktunya malam, maka saya siap untuk melakukan IB ke ternak warga pada malam hari,” kata Faisal.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Aceh Zalsufran menjelaskan, prestasi ini sebagai sebuah prestasi yang menggembirakan karena ini merupakan tahun kedua berturut-turut petugas IB Aceh menjadi yang terbaik di kegiatan ini.

“Alhamdulillah, apresiasi dan selamat kepada Faisal atas prestasinya. Dengan kemenangan ini, maka sudah dua tahun berturut-turut perwakilan Dinas Peternakan Aceh meraih Juara Pertama pada lomba ini. Hal Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan inseminasi buatan di Aceh sudah berjalan dengan baik dan memiliki petugas-petugas yang handal dan terampil,” kata Zalsufran.

Kadisnak menjelaskan prestasi ini diperoleh setelah melewati serangkaian proses seleksi yang ketat oleh tim penilai pusat, yang telah dilakukan sejak Agustus 2023. Untuk mengikuti kegiatan ini, setiap daerah tingkat provinsi mengirimkan satu orang nominator. Untuk diketahui bersama, kegiatan Inseminasi Buatan merupakan salah satu program unggulan prioritas pusat yang terus dipertahankan hingga saat ini. Kegiatan IB merupakan salah satu kegiatan yang langsung menyentuh peternak dan manfaatnya langsung dapat dirasakan oleh peternak.

“Dengan melakukan perkawinan menggunakan bibit sapi unggul, maka akan melahirkan anak sapi yang kualitasnya sangat bagus dengan pertambahan berat badan yang sangat cepat, sehingga memberikan keuntungan ekonomis yang cukup tinggi kepada peternak. Dengan adanya perkawinan ternak melalui IB, diharapkan kualitas ternak di masyarakat akan menjadi lebih baik,” kata Zalsufran.

Pada prosesi penyerahan penghargaan yang turut dihadiri oleh Menteri Pertanian RI itu, Faisal turut didampingi oleh Sub Koordinator Inseminasi Buatan Masduqi, yangb hadir mewakili Kepala Dinas Peternakan Aceh dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bireuen Liza Rozana serta Kepala BPTU HPT Indrapuri selaku pendamping pusat untuk kegiatan IB di Aceh.

Adi Khairi
Editor
Rahmadi Aulia
Reporter