INTIMES.co.id | Pangkalpinang – Minimnya koordinasi serta komunikasi oleh eksekutif dan legislatif menghambat penyaluran anggaran beasiswa pusat ke bangka belitung tidak terealisasi, secara seksama program beasiswa bagi pelajar asal babel melanjutkan pendidikan perguruan tinggi akan minim partisipasi.

Info itu baru saja didapati oleh Wakil Ketua DPRD Babel, Beliadi bersama Komisi IV saat berdiskusi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, di Gedung Kementerian Pendidikan, Jalan Sudirman, Senayan Jakarta Pusat baru – baru ini.

Pihak DPRD dan Pemprov dinilai tidak aktif berkomunikasi dengan kementerian pusat. Sebagaimana disampaikan Anton Rahmadi merupakan Pegawai Pelayanan Kemendikbudristek pemerintah daerah disarankan turut aktif mencari infotmasi berhubungan dengan pendidikan.

Contohnya, khusus di bangka belitung berdasarkan data penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di tahun 2022 mendapat bantuan sebesar Rp 30 M untuk sebanyak 56.772 pelajar, namun hanya teserap sebesar Rp 24 M lebih mencakup 45.336 pelajar, sehingga babel merasa kehilangan dana bantuan sebesar Rp 6 M yang dapat mencakup 11.436 pelajar.

“Sangat disayangkan anggaran yang begitu besar tidak dapat kita maksimalkan, nanti kami (DPRD) akan segera tindak lanjuti ini bersama dinas pendidikan,”sampainya di hadapan Kemendikbudristek.

Pihaknya pun terus mempertanyakan hambatan penyerapan anggaran itu, pada hal putra daerah asal bangka belitung sangat berpeluang menempuh kuliah di luar negeri maupun dalam negeri.

Redaksi