INTIMES.co.id | SABANG – Sabang kini memiliki dua varietas unggulan yakni salak dan alpukat. Dua varietas tersebut menjadi peluang besar untuk mengembangkan potensi agrowisata di Kota Sabang.

Lihat juga: Gelar FGD, ARD Dorong Percepatan Pemulihan Korban Pelanggaran HAM di Aceh

Penjabat (Pj) Wali Kota Sabang Reza Fahlevi mengatakan, dengan hadirnya ke dua varietas tersebut, ke depan Sabang sebagai salah satu kota wisata Indonesia, diharapkan juga akan terbentuk konsep agrowisata yang dimulai dari sumber benih.

“Dua varietas itu merupakan unggulan di Sabang yang bisa kita kembangkan, dan bisa membawa dampak positif dalam peningkatan perekonomian masyarakat khususnya bagi petani di Kota Sabang,” kata Reza Fahlevi, Rabu (29/3).

Lihat juga: Sekwan: Teuku Cut Rahman Bukan Anggota DPRK lagi, Tak Ada Gaji dan Tunjangan

Reza manyampaikan terima kasih kepada UPTD BPSBTPHP Distanbun Aceh, atas pelayanan yang diberikan berupa pendampingan dan pembinaan terhadap Plasma Nutfah Salak varietas Sabang yang telah ditetapkan menjadi Varietas Unggul Nasional, dan Plasma Nutfah Alpukat varietas Asyifa Sabang yang telah keluar Tanda Daftar Varietas Tanaman dari Kementan RI.

Selain itu, ia juga turut mengapresiasi kerja keras Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang beserta para petani, yang telah berupaya untuk membangkitkan kembali sektor pertanian di Kota Sabang.

“Saya juga mengajak penyuluh dan tim teknis Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, untuk meyakinkan para petani kita, bahwasanya masih banyak komoditi-komoditi Kota Sabang yang unggul,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Fakhri menjelaskan, sebelumnya salak Sabang telah mendapatkan Tanda Daftar Varietas Tanaman dari Kementan RI. Kemudian disusul Alpukat Asyifa yang juga telah mendapatkan Tanda Daftar Varietas Tanaman.

“Dan saat ini, sedang dalam proses pendaftaran pelepasan dan perbaikan proposal Salak Sabang. Diharapkan proposal pelepasan Salak Sabang dapat selesai dalam waktu dekat ini, sehingga kita segera menerima SK Pelepasan Pendaftaran Varietas Salak Sabang sebagai Varitas Unggulan Nasional yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian RI,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, setelah salak Sabang mendapatkan SK, pihaknya juga akan menyusun proposal Alpukat Syifa varietas Sabang, untuk diajukan kepada Tim Penilaian Pelepasan Varietas Hortikultura (TP2VH) Dirjen Hortikultura Kementan, agar ditetapkan melalui pelepasan dari varietas lokal menjadi varietas unggul nasional.

“Setelah semua tahapan salak Sabang selesai, kita lanjutkan alpukat Asyifa. Setelah dilakukan pelepasan, kita akan bentuk kelompok penangkar dan memperbanyak bibit dari dua varietas ini. Kami juga akan selalu mengawasi langsung ke lapangan melalui petugas pengawas benih,” tambahnya.