INTIMES.co.id | Belakangan ini, kita sering mendengar atau bahkan melihat orang-orang mengaku mengalami bipolar, depresi, atau jenis mental illness lainnya. Ada yang menggunakan “label” ini untuk pamer atau mencari perhatian, tapi ada pula yang memang mengalami kondisi tersebut dan mencari bantuan. Seberapa tepatkah mengaku memiliki mental illness dan apa bahayanya melakukan self-diagnose?

Apa itu self-diagnose?

Pamer atau mengaku memiliki mental illness bukanlah suatu hal yang baik, kecuali jika dilakukan dengan niat dan cara yang tepat. Jika seseorang mengalami gangguan mental dan telah mencari bantuan dari tenaga ahli seperti psikolog, maka tindakan tersebut perlu diapresiasi. Tetapi, mengaku memiliki mental illness hanya karena membaca ciri-ciri mental illness di internet atau karena mengikuti test mental illness online yang tidak dapat diandalkan, maka itu disebut sebagai self-diagnose dan dapat berbahaya.

Bahaya self-diagnose

Ada beberapa alasan mengapa self-diagnose ini dapat berdampak negatif pada mental illness seseorang.
Pertama, self-diagnose dapat meningkatkan tingkat stress, panik, atau kesulitan seseorang dalam menghadapi masalah karena merasa memiliki mental illness.

Kedua, sumber informasi yang didapatkan cenderung tidak lengkap atau tidak akurat, sehingga seseorang dapat salah mengartikan atau melewatkan gejala yang muncul, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan penanganan yang salah.
Cara menghindari self-diagnose

Menghindari self-diagnose bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti :
Pertama, hindari menggunakan public figure atau tokoh fiksi sebagai acuan atau pembenaran untuk menegaskan bahwa kamu mengalami mental illness.

Kedua, hindari membuat kesimpulan sendiri hanya karena mempunyai beberapa gejala yang tercantum di internet atau tes mental online yang belum tentu dapat diandalkan.

Ketiga, jangan terlalu dipengaruhi oleh pendapat orang terdekat jika mereka mengatakan bahwa kamu menderita mental illness.

Keempat, jika kamu merasa bahwa ada yang tidak beres dengan kesehatan mentalmu, lebih baik segera berkonsultasi dengan psikolog atau ahli kesehatan mental lainnya.

Kita perlu menyadari bahwa memiliki self-awareness atau kesadaran akan mental illness adalah hal yang baik, tetapi mengambil kesimpulan bahwa menderita mental illness hanya berdasarkan informasi yang tidak lengkap atau akurat dapat berdampak negatif pada kesehatan mental kamu. Lebih baik tanyakan langsung pada orang yang profesional jika merasa ada yang salah dengan kondisi mental kamu. Selalu ingat, kesehatan mental adalah hal yang penting dan harus dijaga dengan baik.

Penulis : Ryzky Yandy Yustika  | Email : rakaryzky@gmail.com

———————————————————————————————————————————————–

Jika anda mempunyai tulisan berupa  Opini, Esai, Puisi, dan Cerpen silahkan kirim tulisan anda Kirimkan tulisan: https://intimes.co.id/kirim-tulisan/ atau melalui Email : redaksi@intimes.co.id. Setiap tulisan tentu akan melalui proses kurasi yang ketat, dan redaksi berhak menyunting dan melakukan penyesuaian lain seperlunya tanpa mengubah esensi isi dan pesan yang hendak disampaikan