INTIMES.co.id  | Tak bisa disangkal bahwa langkah-langkah strategis politik telah diatur dengan cermat menjelang Pilkada serentak tahun 2024. Di tengah sorotan tersebut, Partai Aceh menonjol sebagai pemenang yang pasti mengusung Muazakkir Manaf sebagai calon gubernur Aceh. Namun, pertanyaan yang mengemuka adalah: siapa yang akan mendampingi Mualem.

Setidaknya, hingga saat ini ada empat partai nasional yang telah mendaftarkan diri sebagai calon wakil gubernur untuk mendampingi Mualem. Selain empat partai nasional, empat nama di internal Partai Aceh juga mencuat.

Namun, di antara sejumlah nama yang menjadi sorotan, terdapat satu sosok lain yang diharapkan dapat mendampingi sang panglima dalam pertarungan kontestasi ini, yaitu Safaruddin. Yang saat ini sebagai Wakil Ketua DPRA dari partai Gerindra.

Sinyal akan kemungkinan Safaruddin mendampingi mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka ini diungkapkan oleh juru bicara Partai Aceh, Nurzahri. “Kalau sebagai calon wakil gubernur (Safaruddin), sosok yang paling kami tunggu pendaftarannya karena sudah duluan beredar di media,” kata Nurzahri, setelah menerima berkas pendaftaran Safaruddin sebagai calon bupati Abdya di Kantor DPP PA di Batoh, Banda Aceh, pada Minggu (19/5/2024) malam.

Penyataan dari Jubir Partai Aceh ini tidaklah tanpa alasan, mengingat PA dan Gerindra juga memiliki hubungan yang istimewa. Partai Aceh telah mendukung Prabowo dalam tiga kali pilpres. Selain itu, Mualem juga pernah menjabat sebagai Penasihat Partai Gerindra di Aceh.
Kemunculan tokoh muda dari pantai barat selatan Aceh telah menarik perhatian banyak pihak. Sosoknya tidak boleh dianggap enteng bahkan, diprediksi mampu menggusur figur-figur lama yang sudah “kadaluarsa” dalam kancah politik lokal maupun nasional.

Dengan langkah yang tenang namun pasti, sopan namun tetap mengakar pada realitas, gambaran pergerakan politisi muda kini yang menjabat sebagai wakil ketua DPRA dari partai Gerindra menjadi semakin menarik. Sosok ini dikenal memiliki kemampuan komunikasi lintas generasi, terutama dengan kaum milenial, yang menjadikannya terpilih kembali sebagai legislator dengan dukungan suara terbanyak dari Dapil 9.

Keberhasilan ini patut diacungi jempol, terutama mengingat pada masa politik pilpres yang penuh dinamika, dimana mayoritas masyarakat mendukung kandidat tertentu dan partai pendukungnya. Namun, siapa sangka, Dr. Safaruddin yang sebelumnya dua kali mengalami kegagalan dalam kontes legislatif di Kabupaten Aceh Barat Daya, justru muncul sebagai pemenang gemilang.