INTIMES.co.id | MEDAN – M. Nuh, seorang Anggota DPD RI yang mewakili Sumatera Utara, merespons positif janji Anies Baswedan, calon presiden, untuk membangun stadion bertaraf internasional di Sumatera Utara.

Sebagai provinsi terbesar keempat di Indonesia dari segi jumlah penduduk, M. Nuh meyakini bahwa Sumatera Utara berhak memiliki stadion berstandar FIFA, mengingat peran strategisnya dalam menghadapi negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

“Apalagi kita punya Stadion Teladan yang sudah sangat lama dan tidak representatif. Sehingga Sumut sebagai daerah yang terdepan menghadapi Malaysia, Singapura, pantas lah kalau di Sumut ada stadion bertaraf internasional,” ujarnya, Jumat (3/11). Dia juga menyoroti kondisi Stadion Teladan yang sudah lama tidak memadai.

Senator M. Nuh percaya bahwa Anies Baswedan mampu mewujudkan janjinya ini, merujuk kepada rekam jejak sukses Anies dalam membangun Jakarta International Stadium (JIS), stadion megah yang diakui secara internasional saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Saya pikir itu juga sudah dilakukan di Jakarta. Itu yang kita lihat dari track record beliau,” tambah Nuh.

M. Nuh, yang juga Wakil Ketua II Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI, menekankan komitmen Anies dalam menjalankan janji-janjinya selama kampanye Pilgub DKI Jakarta 2017.

Dia menyampaikan harapannya bahwa pembangunan stadion berstandar FIFA di Sumatera Utara akan menjadi kenyataan.

Anies Baswedan mengumumkan janji ini dalam pidato di Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) di Langkat, Sumatera Utara, sambil memamerkan prestasi JIS, stadion sepak bola dengan kapasitas 82.000 penonton dan atap buka-tutup terbesar kedua di dunia setelah Stadion AT&T di Arlington, Texas, Amerika Serikat.

“Insya Allah, Sumatera Utara akan memiliki stadion yang luar biasa bagi seluruh rakyatnya. InshaAllah, akan dibangun stadion berkelas FIFA di Sumatera Utara,” kata Anies.

Ia juga mengajukan pertanyaan kepada hadirin, “Mau tidak Sumatera Utara memiliki stadion yang bagus?” dan mendapat jawaban serentak, “Mau.”

Fakhrur
Editor