Intimes.co.id | BANDA ACEH – Komisi 5 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh mendesak Pemerintah Aceh untuk turut mengirimkan relawan kemanusiaan ke Turkiye-Suriah. Aksi kemanusiaan tersebut dianggap penting dilakukan Aceh secara mandiri lantaran Turkiye merupakan salah satu negara yang pernah berjasa dalam penanganan tanggap darurat pascatsunami melanda Serambi Mekkah tahun 2004 silam.

“Turkiye pernah membantu Aceh pascagempa dan tsunami melanda daerah ini. Negara itu bahkan turut juga memberikan bantuan rumah untuk korban bencana yang bisa kita lihat hingga sekarang seperti di Bitai, Emperom, dan juga di Lhoknga, Aceh Besar. Jadi sudah sepantasnya Pemerintah Aceh, selemah-lemah iman, mengirimkan relawan terutama dokter bedah tulang ke sana untuk membantu para korban bencana,” kata Ketua Komisi 5 DPR Aceh, M Rizal Falevi Kirani, Rabu, 15 Februari 2023.

Dia menyebutkan hal yang dirasa mendesak saat ini dalam hal tanggap darurat adalah kurangnya tenaga medis, termasuk ahli bedah tulang. Sebanyak 31.974 orang dilaporkan tewas akibat dua gempa kuat yang mengguncang selatan Turkiye pada 6 Februari 2023 lalu. Selain itu, lebih dari 13 juta orang terkena dampak gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 dan Magnitudo 7,6 minggu lalu. Hampir 195.962 orang telah dievakuasi dari daerah yang dilanda gempa— yang berpusat di Kahramanmaras tersebut. Gempa yang berdampak pada sembilan provinsi di Turkiye itu juga mengakibatkan puluhan ribu orang luka-luka di Kahramanmaras, Hatay, Gaziantep, Adiyaman, Malatya, Adana, Diyarbakir, Kilis, Osmaniye, dan Sanliurfa.

Fahlevi menyebutkan gempa yang meluluhlantakkan Turkiye ini merupakan bencana besar yang patut mendapat perhatian semua pihak, terutama Aceh. Ini pula yang menurutnya sudah sepatutnya Aceh menyegerakan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke negara Erdogan tersebut, meski saat ini sudah lebih dari 100 negara telah menawarkan bantuan serta tim penyelamat.

Menurutnya saat ini Pemerintah Aceh telah mengumpulkan donasi untuk dikirimkan ke Turkiye. Dia berharap, fokus bantuan dari Aceh tidak hanya berkutat dari segi pengiriman dana saja, tetapi juga turut mengirimkan relawan yang sangat dibutuhkan di lapangan saat ini seperti dokter bedah tulang, dokter anak, serta psikolog untuk bantuan trauma healing bagi para korban yang selamat.

“Sebagai daerah yang memiliki hubungan baik dengan Turkiye, sudah sepatutnya Aceh membawa bendera sendiri selama tanggap darurat di sana, apalagi Turkiye pernah berjasa terhadap Aceh saat daerah ini porak poranda oleh gempa dan tsunami 2004 lalu,” pungkas M Rizal Falevi Kirani.[Afzalul]