JAKARTA | INTIMES.co.id – Presiden Indonesia, Joko Widodo mengajak seluruh pegawai termasuk ASN, TNI, Polri dan pegawai swasta untuk memperpanjang cuti Lebaran 2023.

Hal ini mengacu kepada pegawai yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk menunda perjalanan balik dari mudik.

Jokowi menekankan kepada masyarakat yang tidak memiliki kepentingan urgent atau yang bisa melakukan pekerjaan dengan sistem remote agar bisa bekerja WFH atau WFA.

Ajakan itu juga berlaku untuk aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri dan pegawai swasta.

“Pemerintah mengajak masyarakat yang tidak ada keperluan mendesak untuk menghindari puncak arus balik tersebut dengan cara menunda/memundurkan jadwal kembali mudik setelah tanggal 26 April 2023,” ujar Jokowi sebagaimana dilansir dari Kompas.com pada Selasa (25/4/2023).

“Ketentuan ini berlaku untuk ASN/TNI/Polri ataupun pegawai swasta yang teknisnya dapat diatur oleh instansi/perusahaan masing-masing, seperti bentuk cuti tambahan atau bentuk cuti lainnya,” kata Jokowi.

Perpanjangan cuti, izin, WFH, hingga WFA

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, merujuk arahan Presiden, para ASN, TNI, polisi, pegawai BUMN, hingga swasta bisa memperpanjang cuti Lebaran.

Selain itu, mereka bisa menerapkan work from home (WFH), work from anywhere, izin kepada atasan dan sebagainya.

“Berlaku kepada semuanya,” kata Bey saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa.

“Jadi (ASN, pegawai BUMN, TNI, Polri dan swasta) bisa perpanjang cuti, work from home (WFH) dari kampung halaman, atau work from anywhere (WFA), atau bisa izin atasan, dan sebagainya,” ujar dia.

Dia menegaskan, tetap ada prosedur izin kepada atasan sebelum melakukan WFA, WFH, atau perpanjangan cuti.

Namun, Bey menegaskan, apabila para pegawai sudah ada atau memang ada di Jakarta maka tidak perlu memperpanjang cuti.

“Tapi kalau berada di Jakarta, ya masuk, enggak perlu perpanjang cuti,” kata dia.

Dia mengatakan, sejak pandemi Covid-19 semuanya sudah terbiasa dengan WFH.

Selain itu, para pegawai dan karyawan juga sudah terbiasa melakukan absensi secara online dan menerapkan aturan bekerja berdasarkan kinerja.

Polri Siapkan Strategi Rekayasa Lalu Lintas Arus Balik Lebaran

Pemerintah bekerjasama dengan Ditjen Perhubungan Darat, Korlantas Polri, dan Ditjen Bina Marga perpanjang jalur one way tol Kalikangkung-Cikampek.

Perpanjangan jalur one way jalur tol Kalikangkung-Cikampek guna mengatasi puncak balik Lebaran 2023 yang diprediksi akan berlangsung sampai H+2.

Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Eddy Djunaedi menjelaskan bahwa perpanjangan rekayasa jalur ini sempat dihentikan namun akan dilanjutkan kembali mengingat masih banyaknya pengguna kendaraan yang melintas.

“Rekayasa lalu lintas one way di hari pertama arus balik yg dijadwalkan selesai pada pukul 24.00 WIB hari ini (24 april 2023), masih akan terus dilanjutkan,” kata Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Eddy Djunaedi.

“Perpanjangan rekayasa lalu lintas one way diperkirakan akan berakhir pada Selasa, 25 April 2023 pukul 24.00 WIB,” imbuhnya.

Adapun strategi tersebut sebelumnya telah tertuang dalam Keputusan Bersama Nomor KP-DRJD 2616 Tahun 2023, SKB/48/IV/2023, 05/PKS/Db/2023 tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2023/1444 Hijriah.

Lebih lanjut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus balik Lebaran 2023 akan terjadi pada hari ini.

Juru Bicara Menteri Perhubungan, Adita Irawati, mengatakan puncak arus balik terjadi pada Senin dan hari ini.

“Diprediksi pada Senin (24/4) atau H+1 hari ini dan Selasa (25/4) atau H+2 besok, akan terjadi puncak pergerakan penumpang angkutan umum untuk arus balik,

Mengingat, pada Rabu (26/4) masyarakat pekerja formal sudah mulai kembali masuk ke kantor,” kata Adita dalam keterangannya, Senin.

Data dari Kemenhub, pada Minggu (23/4/2023), kembali meningkat dibandingkan hari pertama Lebaran Idul Fitri 2023.

“Secara kumulatif, jumlah pengguna angkutan umum yang dipantau mulai H-8 s.d H+2 kemarin, mencapai 7.662.818 orang,”

Jumlah ini meningkat 7,77 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2022 lalu sebesar 7.110.499 orang,” ujarnya.

Sementara, jumlah penumpang tertinggi terjadi pada penumpang yang menggunakan jasa kereta api, kemudian disusul pengguna angkutan udara.

“Adapun persentase peningkatan jumlah penumpang tertinggi terjadi pada angkutan kereta api yang meningkat 33,31 persen, kemudian disusul, angkutan udara 15,92 persen,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, Kemenhub telah memprediksi jumlah pemudik Lebaran 2023 mencapai 123,8 juta orang.

Jumlah pemudik itu dikatakan naik karena pada 2022 lalu jumlah pemudik hanya 85,5 juta orang.

Adita mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat lonjakan para pemudik terjadi karena PPKM sudah tidak diberlakukan lagi serta tidak adanya larangan dari pemerintah untuk melakukan mudik pada tahun ini.

Ia pun menilai masyarakat akan memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan mudik ke kampung halaman.

“Jadi, (masyarakat berpikir) ‘Inilah saatnya mudik’, kemudian tidak ada pengetatan, bahkan libur dan cuti bersamanya dimajukan (19-25 April 2023).”

“Tujuannya adalah untuk memecah puncak dari mudik sehingga tidak menumpuk di satu tanggal,” kata Adita. (Sumber : Tribunnews.com)