INTIMES.co.id | BLANGKEUJEREN – Kabupaten Gayo Lues terus berupaya untuk berbenah setelah mekar dari Kabupaten Aceh Tenggara pada 2002 silam.

Terletak diantara gugusan bukit barisan yang eksotis, daerah tempat lahirnya Tari Saman ini kini genap berusia 21 tahun. Bukan lagi usia belia untuk daerah berjuluk Negeri Seribu Bukit itu.

Oleh karena itu pada peringatan HUT ke 21 Gayo Lues, Pj. Bupati Gayo Lues, Drs. Alhudri, MM mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bangkit bersama, agar ke depan Gayo Lues muncul sebagai daerah yang lebih baik.

Alhudri menyampaikan hal itu dalam Sidang Paripurna DPRK Gayo Lues Tentang Sidang HUT Kabupaten Gayo Lues yang ke 21, Selasa (2/5).

Sidang dengan tema “Bangkit Bersama Menuju Gayo Lues Lebih Baik” itu turut dihadiri oleh Sekda, Unsur Forkopimda, dan satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK), serta para penggagas lahirnya Gayo Lues, OKP, LSM, insan pers serta tamu undangan.

Alhudri menyebutkan, sesuai dengan tema sidang maka sudah selayaknya kita dapat menginspirasi semua pihak untuk bersama – sama mengukir dan memaknai sejarah kehidupan dan kebangkitan kembali kabupaten Gayo Lues.

“Hal ini tentunya sangat penting dalam rangka meraih kemandirian daerah dan meningkatkan martabat masyarakat Gayo Lues,” katanya.

Alhudri mengatakan dengan membuka kembali lembaran sejarah awal pemerintahan dan pembangunan, maka patut disadari bahwa membangun sebuah daerah butuh kolaborasi dan sinergitas lintas sektor.

“Kita ini ibarat dua sisi mata uang, namun tujuan utama sebuah pemerintahan (pemerintah dan DPRK) adalah menyelenggarakan pembangunan. Tanpa pemerintahan yang kuat pembangunan tidak dapat dilaksanakan,” kata Alhudri.

Sebagai orang yang dipercaya menahkodai Kabupaten Gayo Lues, ia mengajak agar momentum ini dapat dipergunakan secara maksimal dalam membaktikan diri di Negeri Seribu Bukit.

“Jika melihat realita dan kondisi terkini di Gayo Lues, maka semua pihak harus bergerak cepat dan tanggap terhadap berbagai persoalan, seperti kemiskinan, stunting dan berbagai permasalahan lainya,” kata Alhudri.

Alhudri menyampaikan, Pj. Gubernur Aceh Achmad Marzuki selalu mengingatkan kepadanya, dalam memerintah maka seorang pemimpin tidak bisa bergerak sendiri tanpa dukungan dari pihak lain, terutama legislatif.

“Dengan segala keterbatasan yang ada, kami akan berupaya mengambil langkah-langka strategis demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang kredibel, agar masyarakat dapat menikmati dan merasakan hasil pembangunan,” katanya.

Alhudri bertekad akan membangun sistem yang baik dengan melakukan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan, yang pada akhirnya membangkitkan mentalitas birokrat Gayo Lues untuk berprestasi dan memberikan pelayanan optimal kepada seluruh masyarakat.

Alhudri menyebutkan, Gayo Lues sangat potensial bila dibandingkan dengan daerah lain, karena memiliki keunggulan kekayaan sumber daya alam, serta letak geografis yang sangat strategis karena menjadi penghubung pantai Timur dan Pantai Barat.

Begitupun dengan modal sosial yang sangat homogen, pengaruhnya sangat dominan pada pembangunan.

“Jika kita satu arah dan satu kata dalam bingkai Gayo Lues Musara semua bisa kita atasi,” katanya.

Alhudri mengajak semua pihak, untuk bersama sama singsingkan lengan baju membangun negeri wujudkan mimpi Gayo Lues yang makmur sejahtera.

Tak lupa, Alhudri menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para tokoh pejuang dan pendiri Kabupaten Gayo Lues, serta para mantan pemimpin pemerintahan yang telah memberikan kontribusi melalui pemikiran dan karya dalam pembangunan Kabupaten Gayo Lues.

“Kita patut berbangga terhadap mereka. Kita berikan penghargaan yang tulus atas jasa dan pengabdian para tokoh tokoh perjuangan demi pembangun di kabupaten Gayo Lues tercinta,” katanya. []

Fakhrur
Editor
Fakhrur
Reporter