Guru Besar UGM dan UI Murka Disebut Partisan oleh Istana

- Reporter

Minggu, 4 Februari 2024 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akademisi dan alumni UGM bacakan Petisi Bulaksumur. Foto: UGM

i

Akademisi dan alumni UGM bacakan Petisi Bulaksumur. Foto: UGM

INTIMES.co.id  | JAKARTA – Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Susi Dwi Harjanti mengaku tersinggung dituding partisan imbas pernyataan sikap yang mengkritik pemerintah. Dia menjelaskan kritik dan petisi yang disampaikan para guru besar kepada pemerintahan hari ini merupakan bagian dari rasa peduli terhadap masa depan bangsa.

“Pada saat universitas dituduh ada kepentingan politik, narasi elektoral, pada dasarnya tudahan yang tidak terbukti itu harus dibuktikan,” tegas Susi dalam Primetime News MetroTV, Sabtu, 3 Februari 2024.

Susi meminjam pemikiran Carl Sagan, extraordinary claim meet extraordinary evidence. Ia menegaskan jika pihak Istana menuduh universitas atau guru besar telah melakukan narasi elektoral, itu klaim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Maka pihak istana harus menyertakan bukti kepada kami apakah klaim itu terbukti atau tidak,” tegasnya.

Menurut Susi, sebuah negara yang mengeklaim dirinya sebagai negara demokrasi, tidak boleh terlalu banyak purbasangka. Terlebih, purbasangka oleh penguasa itu ditujukan kepada rakyatnya sendiri. Sebab, hal itu bertentangan dengan tindakan yang diharapkan oleh demokrasi.

“Jadi demokrasi itu tidak boleh banyak purbasangka. Apalagi kalau purbasangka itu dilakukan oleh pihak penguasa kepada rakyat, terutama universitas,” jelasnya.

Selain itu, Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) Koentjoro juga mengaku tersinggung Petisi Bulaksumur dituding penuh narasi elektoral dan partisan.

“Saya sangat tersinggung!,” tegas Koentjoro.

Ia secara khusus mengingatkan Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana yang mencetuskan tudingan sikap kampus sebagai narasi politik untuk kepentingan elektoral. Ia menuntut Ari mencabut pernyataannya.

“Saya melihat ketika membaca petisi UGM, dua kali saya membaca bismillah. Saya mengatakan dengan suara kasih dari UGM, mengingatkan alumninya untuk tidak seperti itu. Ari Dwipayana itu juga alumni UGM. Memalukan menurut saya. Jangan pembenaran. Saran saya cabut pernyataan itu. Saya takut ada keos,” ketus Koentjoro.

Sebelumnya, Istana merespons gelombang pernyataan sikap dari sivitas akademik sejumlah perguruan tinggi negeri. Koordinator Khusus Staf Presiden menyebut pernyataan sikap itu hal wajar dalam demokrasi, terlebih di tahun politik. Namun, Ari menyinggung seolah ada upaya orkestrasi narasi politik untuk kepentingan elektoral di balik pernyataan sikap para sivitas akademik.

“Akhir-akhir ini, terlihat ada upaya yang sengaja meng-orkestrasi narasi politik tertentu untuk kepentingan elektoral. Strategi politik partisan seperti itu juga sah-sah saja dalam ruang kontestasi politik,” kata Ari dalam keterangannya, Jumat, 2 Februari 2024.

Follow WhatsApp Channel intimes.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5 Poin Klarifikasi Hasan Nasbi soal Teror Kepala Babi ke Tempo
Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus di Kantor Tempo, Menteri HAM Natalius Pigai: Harus Diusut!
Diteror Kepala Babi dan Bangkai Tikus, Tempo: Kami Tidak Takut
Kantor Tempo Kembali Diteror, Kali Ini Kiriman Bangkai Tikus
Muhammad Nuh Mengutuk Rencana Trump Mengambil Alih Gaza
Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Ditunda Menunggu Putusan MK
Ketum PKB Cak Imin Yakin Penetapan Sekjen PDIP Hasto sebagai Tersangka Tak Politis
Tenaga Honorer Tak Lolos PPPK 2024 Akan Diangkat Menjadi Pegawai Paruh Waktu

Berita Terkait

Sabtu, 22 Maret 2025 - 22:46 WIB

5 Poin Klarifikasi Hasan Nasbi soal Teror Kepala Babi ke Tempo

Sabtu, 22 Maret 2025 - 22:40 WIB

Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus di Kantor Tempo, Menteri HAM Natalius Pigai: Harus Diusut!

Sabtu, 22 Maret 2025 - 22:30 WIB

Diteror Kepala Babi dan Bangkai Tikus, Tempo: Kami Tidak Takut

Sabtu, 22 Maret 2025 - 20:25 WIB

Kantor Tempo Kembali Diteror, Kali Ini Kiriman Bangkai Tikus

Senin, 10 Februari 2025 - 19:10 WIB

Muhammad Nuh Mengutuk Rencana Trump Mengambil Alih Gaza

Berita Terbaru

Daerah

FOZ Sumut Bahas Sinergi Layanan Ambulance dengan Dinkes

Selasa, 6 Mei 2025 - 22:22 WIB