Intimes.co.id | Jakarta – Capres Ganjar Pranowo menyinggung soal adanya drama yang terjadi belakangan ini jelang Pilpres 2024. Spesifik ia menyebut adanya ‘Drama Korea’.

“Beberapa hari terakhir ini kita disuguhkan untuk menyaksikan drakor yang sangat menarik,” kata Ganjar usai mendapat nomor urut 3 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (14/11).

Tak menyebut apa drakor yang dimaksud. Namun belakangan yang ramai dibahas adalah soal Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang menyatakan sejumlah hakim melanggar etik berat.

Hal ini terkait dengan dikabulkannya gugatan syarat capres cawapres. Yakni mereka yang di bawah 40 tahun bisa melenggang asal pernah atau sedang menjadi kepala daerah.

Isu menyeruak ini terkait dengan ‘karpet merah’ untuk Gibran Rakabuming Raka. Meski berkali-kali pihaknya membantah.

“Drama-drama itulah yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Malam ini memang seharusnya kita memulai suatu perayaan demokrasi,” katanya.

“Namun melihat situasi belakangan ini tentu kami mendengarkan banyak pihak. Kita menangkap apa yang menjadi kegelisahan, suasana kebatinan masyarakat,” sambung dia.

“Ada tokoh agama, ada guru bangsa, seniman, budayawan, jurnalis, pemred, aktivis manusia, semua sedang menyuarakan kegelisahan itu,” jelas mantan Gubernur Jateng itu.

Menurut Ganjar hal itu sebagai pertanda demokrasi saat ini belum baik-baik saja.

“Kewajiban kita untuk menjaga. Karena kalau kita merasakan itu rasanya demokrasi harus kita pastikan demokrasi bisa baik, meskipun sekarang belum baik-baik saja. Kita harus sampaikan itu,” tutup politikus PDIP itu.

Sumber : kumparan.com